Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bos BRI Nyatakan Komitmen Pihaknya yang Sejalan dengan Keinginan Jokowi

Bos BRI Nyatakan Komitmen Pihaknya yang Sejalan dengan Keinginan Jokowi Kredit Foto: BRI.
WE BUMN, Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengatakan, sepanjang tahun lalu, hingga akhir Desember 2023 tercatat penyaluran kredit BRI terhadap UMKM mencapai Rp1.068,7 triliun dengan porsi mencapai 84,38 persen dari total kredit BRI. Adapun pada tahun 2024, BRI menargetkan pertumbuhan kredit UMKM di 11-12 persen.

"Kalau sekarang BRI tumbuh kreditnya 11,2 persen, BRI ingin tetap tumbuh agresif di 2024 yakni di sekitar 11-12 persen," ujar Sunarso dikutip WE BUMN, Selasa (5/3).

Baca Juga: BRI Tunjukkan Bukti Konkret Terus Dorong UMKM Naik Kelas

Tercatat, sepanjang 2023 tercatat BRI berhasil mendorong penyaluran kredit tumbuh 11,2 persen yoy menjadi Rp1.266,4 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang sebesar 10,4 persen yoy di sepanjang tahun 2023.

"Kredit BRI mencapai Rp1.266,4 triliun. Artinya itu mampu tumbuh 11,2 persen dan yang lebih menarik dan lebih penting bagi BRI adalah bahwa kita tetap fokus di UMKM, di porsi kredit UMKM BRI mencapai 84,38%. Kita cita-citanya ingin mencapai 85% di tahun 2025," jelas Sunarso.

Untuk mencapai target 85 persen di 2025 itu, lanjut Sunarso, salah satu strateginya BRI akan tetap fokus kepada pada UMKM khususnya di ultra mikro. Oleh karena itu, melanjutkan kinerja dan strategi Holding Ultra Mikro (UMi) tetap akan dilakukan sebagai sumber pertumbuhan baru.

Selama ini, tutur Sunarso, dari segi perluasan Holding UMi telah memasuki tahun ketiga dan berhasil menambah sebanyak 6 juta debitur, sehingga dari yang awalnya berjumlah 31 juta debitur (13 September 2021) kini berhasil melayani tak kurang dari 37 juta debitur untuk mendapatkan akses keuangan formal (per Desember 2023).

Di samping itu, jumlah nasabah holding ultra mikro tercatat telah mencapai 37 juta peminjam. Keberhasilan BRI Group mengintegrasikan nasabah di segmen ultra mikro tersebut berdampak terhadap penurunan jumlah nasabah yang belum mendapatkan akses keuangan formal.

Selain itu, pencapaian seperti yang dicatatkan Holding UMi yakni telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp53 triliun melalui plafon digital atau cashless kepada lebih dari 8,6 juta nasabah. Holding UMi juga telah mengintegrasikan lebih dari 31 juta data untuk digunakan sebagai cross selling pemasaran.

"Holing Ultra Mikro sejatinya adalah spiritnya supaya lebih efisien dan juga lebih efektif dalam men-support UMKM, sehingga BRI bisa memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat sebanyak mungkin dengan cara-cara dan biaya sefisien mungkin," pungkas Sunarso.

Sebagai informasi, komitmen BRI untuk terus fokus pada pemberdayaan UMKM di tahun 2024 sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2024.

Diketahui, Jokowi dalam pertemuan tersebut mendorong industri keuangan untuk meningkatkan akses permodalan bagi UMKM. Jokowi juga mengajak pelaku industri jasa keuangan untuk terus menjaga ekonomi Indonesia agar inklusif dan berkelanjutan di tengah situasi geopolitik yang masih belum kondusif.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: