Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perkembangan Teknologi Transportasi Hijau Berkembang Sangat Cepat, Dirut PLN Beberkan Bakal Lakukan Inovasi Demi Hal Ini

Perkembangan Teknologi Transportasi Hijau Berkembang Sangat Cepat, Dirut PLN Beberkan Bakal Lakukan Inovasi Demi Hal Ini Kredit Foto: PLN
WE BUMN, Jakarta -

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan inovasi demi memfasilitasi setiap perkembangan teknologi.

Adapun awalnya Darmawan mengatakan bahwa perkembangan teknologi transportasi hijau berkembang sangat cepat, mulai dari kendaraan listrik hingga kini kendaraan hidrogen.

Ia pun menegaskan bahwa PLN terus melakukan inovasi untuk mendukung transisi hijau dalam sektor transportasi.

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Kembali Laporkan Dua Dapen yang Dikelola BUMN ke Kejagung

"Kami terus melakukan inovasi agar terus menjadi pionir dalam mendukung transformasi hijau di sektor transportasi secara end to end," tutur Darmawan dikutip WE BUMN, Selasa (5/3).

Dijelaskan Darmawan bahwa dukungan untuk transformasi di sektor transportasi diawali dengan membangun ekosistem kendaraan listrik, mulai dari Electric Vehicle Digital Services, home charging services, hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.

"Ternyata ada lagi teknologi yaitu green hydrogen menggunakan fuel cell dan PLN siap mendukung transformasi green transportation, baik itu EV maupun hidrogen," papar Darmawan.

Sementara itu, pernyataan Darmawan tersebut seraya berkaitan dengan PLN yang meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) atau stasiun pengisian kendaraan hidrogen pertama di Indonesia yang berlokasi di Senayan, Jakarta pada Rabu (21/2).

HRS tersebut merupakan upaya dan inovasi lanjutan PLN dalam pembangunan ekosistem hidrogen secara end to end di Indonesia, setelah pada November 2023 meresmikan 21 Green Hydrogen Plant (GHP).

Diketahui, hidrogen untuk HRS Senayan ini dipasok dari 22 GHP milik PLN. Selain 21 GHP eksisting, saat ini PLN telah menambah 1 GHP di PLTP Kamojang. Total GHP tersebut mampu memproduksi 203 ton/tahun green hydrogen.

Diinfokan pula bahwa 75 ton hidrogen ini digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sementara, 128 ton digunakan untuk mendukung kendaraan hidrogen.

"Total kapasitas produksi green hydrogen tersebut bisa digunakan untuk 438 mobil dalam setahun, dengan asumsi setiap mobil menempuh jarak 100 km/hari," ucap Darmawan.

Di sisi lain soal biaya operasional, kendaraan hidrogen ini juga lebih murah dibandingkan kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) atau kendaraan listrik. Dengan harga BBM Rp13 ribu/liter, maka biaya operasional kendaraan listrik per 1 km-nya sebesar Rp1.300.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Bagikan Artikel: