Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Luhut Blak-blakan Bicara Upaya Pemerintah Tekan Besaran Subsidi BBM

Luhut Blak-blakan Bicara Upaya Pemerintah Tekan Besaran Subsidi BBM Kredit Foto: Instagram/Luhut Binsar Pandjaitan
WE BUMN, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan upaya pemerintah dalam menekan besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Adapun Luhut mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dalam mengurangi sulfur yang terkandung di dalam BBM.

Baca Juga: Jadi Garda Terdepan Jalankan Transisi Energi, Trobosan PLN Ini Dapat Dua Jempol

Langkah itu dilakukan dengan tujuan mengurangi sumbangan polusi udara lantaran dia menilai semakin rendah sulfur di dalam BBM maka emisi karbon yang dihasilkan lebih 'bersih'.

"Kita juga sedang pikirkan sekarang bagaimana kita lari pada fuel ini pada EURO 4 dan EURO 5. Kenapa itu supaya sulfurnya rendah nah itu sekarang sudah dikerjakan Pertamina," ungkap Luhut dikutip WE BUMN seperti dalam unggahan akun Instagram pribadinya, Senin (4/3).

Lebih lanjut, Luhut membeberkan bahwa menurut perhitungannya dengan Pertamina, upaya peralihan kandungan sulfur rendah BBM tersebut diklaim bisa mengurangi subsidi yang ditanggung negara untuk BBM. Tidak tanggung-tanggung, Luhut mengungkapkan penghematan yang bisa dilakukan mencapai Rp 50 triliun.

"Saya kira tim saya dengan Pertamina sedang kerjakan, malah dari kemarin saya dapat info ini lagi dihitung, itu bisa menguangi subsidi kita mungkin bisa Rp 20-50 triliun lagi dari sana. Jadi pemerintah coba lagi mencari dan melihat ekuilibriumnya di mana," jelasnya.

Adapun, Luhut klaim nantinya dengan mengurangi kandungan sulfur dalam BBM dan meningkatkan standar BBM menjadi Euro 4 dan Euro 5, maka kualitas udara di Jakarta akan semakin baik.

"Kita nyari format yang terbaik jadi PM 2,5 yang partikel bisa masuk darah akan banyak kita kurangi sehingga anak cucu kita dan kita sendiri terselamatkan akibat dari polusi udara yang jorok," tandasnya.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Bagikan Artikel: