Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pertamina Hulu Energi Blak-blakan Ungkap Persoalan Energi Dihadapkan Dua Hal...

Pertamina Hulu Energi Blak-blakan Ungkap Persoalan Energi Dihadapkan Dua Hal... Kredit Foto: PHR.
WE BUMN, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) blak-blakan menerangkan bahwa persoalan energi dihadapkan oleh dua hal. Adapun hal ini seperti yang diungkapkan Direktur Eksplorasi PHE Muharram J Panguriseng.

Diketahui, pernyataan tersebut seraya dengan PHE yang akan terus menggenjot produksi minyak dan gas bumi (migas) di tengah upaya transisi energi.

Baca Juga: Erick Thohir Nyatakan Soal Peluang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meski Resesi

Menurut Muharram, dua hal tersebut yakni yang pertama, Indonesia terikat Perjanjian Paris yang mengharuskan untuk mengurangi polusi yang dilepas ke udara. Kedua, di sisi lain Indonesia harus mewujudkan ketahanan energi nasional.

"Ketahanan energi nasional ini sudah dipertontonkan dalam perang Ukraina Rusia kemarin," ungkap Muharram dikutip WE BUMN, Kamis (29/2).

Terkait hal tersebut, berdasarkan data yang ia sajikan, realisasi kebutuhan energi 2022 sebesar 240 million tonne of oil equivalent (MTOE). Adapun rinciannya, minyak 32%, gas 21%, batu bara 38%, dan energi terbarukan 9%.

Pada 2050, kebutuhan energi ini diproyeksi naik menjadi 1.000 MTOE dengan rincian minyak 20%, minyak 24%, batu bara 25%, dan energi terbarukan 31%.

Meski energi terbarukan melesat, tetap dibutuhkan energi lain untuk menopang ketahanan energi nasional. Dia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan eksplorasi yang masif.Ada dua strategi yang ditempuh. Pertama, eksplorasi di wilayah lama, tapi dengan cara berpikir dan teknologi baru.

"Karena tanpa teknologi baru kita nggak mungkin melihat yang belum terlihat. Itu sebabnya kemarin kita mendapatkan temuan dua kali bahkan di Jawa Barat, satu di Bekasi, kemudian satu lagi di Indramayu," terangnya.

Strategi kedua harus berani masuk ke daerah yang sifatnya emerging untuk mencari penemuan-penemuan raksasa.

"Kita masuk ke sana untuk mencari temuan-temuan yang ukurannya giant atau raksasa," imbuhnya.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: