Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

BRI Tunjukkan Bukti Konkret Terus Dorong UMKM Naik Kelas

BRI Tunjukkan Bukti Konkret Terus Dorong UMKM Naik Kelas Kredit Foto: Bank BRI
WE BUMN, Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk menunjukkan bukti konkret untuk terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas.

Hal tersebut dibuktikan BRI melalui Rumah BUMN terus mendorong UMKM untuk naik kelas hingga go global lewat program pemberdayaan berkelanjutan.

Baca Juga: Tak Setuju BUMN Diklaim Tak Harus Untung, Bos BRI: Itu Berbahaya

Sejak pertama kali didirikan pada 2017, saat ini tersebar sebanyak 54 Rumah BUMN milik BRI di seluruh Indonesia.

Diketahui, Rumah BUMN merupakan inisiatif dari Kementerian BUMN dan Perusahaan BUMN untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM yang di dalamnya menjadi pusat literasi serta inkubasi bisnis.

Dari awal terbentuk, terjadi pertumbuhan signifikan jumlah UMKM yang mendaftar dari tahun ke tahun. Per Desember 2023, sebanyak lebih dari 418 ribu UMKM terdaftar dengan 12 ribu jumlah pelatihan atau naik 3 kali lipat dibanding 2019.

Terkait hal tersebut, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menerangkan bahwa program Rumah BUMN efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro, bahkan lebih kecil lagi sampai dengan level ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang.

Apalagi saat ini, lanjut Sunarso, BRI memiliki Holding Ultra Mikro (UMi) dengan mengintegrasikan proses bisnis Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), sehingga dapat mempercepat tujuan UMKM naik kelas.

"Kami punya 54 titik Rumah BUMN yang sudah memiliki lebih dari empat ratus ribu anggota. Program seperti ini kami akan perkuat di program yang menjangkau segmen mikro lebih bawah lagi, atau ultra mikro. Kami bekerja sama dengan PNM dan Pegadaian yang sudah menjadi bagian dari Holding Ultra Mikro," ungkap Supari dikutip WE BUMN, Jumat (2/2).

Lebih lanjut, Supari juga mengatakan bahwa pihaknya senantiasa mendukung UMKM dengan fasilitas pinjaman komersial.

"Kita akan per-solid dan permudah serta percepat UMKM mulai dari ultra mikro ke mikro hingga menjadi pelaku usaha yang difasilitasi pinjaman komersial," tutur Supari

Sekadar informasi, dalam Rumah BUMN, UMKM diberdayakan untuk melek teknologi melalui digitalisasi hingga mampu ekspor. Tercatat, dari total UMKM yang terdaftar, ada sebanyak 49.148 UMKM Go Digital, di mana 22.648 diantaranya Go Online, serta 872 UMKM Go Global.

Adapun sektor yang dibina Rumah BUMN BRI adalah industri kreatif seperti fashion, food and beverages, accessories and beauty, home d├ęcor and craft sebanyak 89.629 UMKM. Sisanya sebanyak 328.959 UMKM berasal dari sektor industri lainnya seperti jasa perdagangan, layanan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan lainnya.

Di samping itu, Supari menambahkan, program Rumah BUMN sejalan dengan upaya menaikan kelas UMKM demi mencapai 90% inklusi keuangan di Indonesia di masa depan. Sebab program ini menekankan pada kualitas pelaku usaha melalui literasi.

Tercatat sudah sebanyak 2.932 literasi dasar, 4.781 literasi bisnis, dan 4.519 literasi digital telah dilakukan hingga Desember 2023."Oleh karena itu kami pastikan inisiatif pemerintah yang menargetkan 90 persen inklusi di2024 pasti terjadi, karena tahun 2023 lalu inklusi keuangan Indonesia mencapai 87 persen. Maka, dengan keberadaan BRI yang menjadi holding ultra mikro dan memiliki Rumah BUMN akan mempercepat, serta meningkatkan literasi yang pada akhirnya mempercepat inklusi.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: