Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Upayakan Transisi Energi, PLN Ambil Langkah Ini

Upayakan Transisi Energi, PLN Ambil Langkah Ini Kredit Foto: PLN.
WE BUMN, Jakarta -

PT PLN (Persero) mengambil sebuah lamgkah demi mengupayakan transisi energi. Adapun hal ini terkait PLN yang mengoperasikan dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Besai Kemu berkapasitas 2 x 3,5 megawatt (MW) di Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan tujuan pengoperasian dua PLTM yang dimulai pada Senin (8/1).

Baca Juga: Tak Setuju BUMN Diklaim Tak Harus Untung, Bos BRI: Itu Berbahaya

Adapun kata Darmawan, tujuannya yakni utuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebagai upaya transisi energi.

"Kami tancap gas mengawali tahun 2024 ini. Kami jalankan komitmen transisi energi dengan memasifkan penggunaan potensi-potensi energi ramah lingkungan yang ada," ungkap Darmawan dikutip WE BUMN, Jumat (19/1). 

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan pula perihal potensi yang dimiliki Indonesia gerkait sumber energi air yang melimpah.

Menurut Darmawan, sumber energi tersebut menjadi salah satu pionir dalam transisi dari energi fosil ke sumber energi domestik.

Kemudian, PLN menyebut dengan kapasitas produksi sebesar 2 x 3,5 MW maka ditaksir dua PLTM tersebut mampu memproduksi energi hijau sebesar 39 gigawatt hour (GWh) per tahun.

"Sebagai tulang punggung keberhasilan transisi energi untuk mencapai net zero emission (NZE) di tahun 2060 maka PLN secara aktif mengakselerasi berbagai inisiatif baik secara kolektif mau pun kolaboratif dengan para pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri," ucap Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa saat ini PLN juga telah merencanakan penambahan energi listrik akan ditopang dari EBT sebesar 75 persen dan 25 persen dari sektor gas hingga 2040.

"Untuk itu, PLN telah menyiapkan skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED) guna meningkatkan kapasitas pembangkit EBT secara masif dan mengatasi tantangan intermitensi serta ketidakcocokan lokasi sumber EBT dengan pusat demand di perkotaan," jelasnya. 

Di samping itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung Saleh Siswanto mengatakan PLTM Besai Kemu merupakan salah satu pembangkit Independent Power Producer (IPP) dan merupakan PLTM ketiga yang beroperasi di Lampung setelah PLTM Batu Brak dan PLTM Sukarame.

"Pembangkit ini dapat berkontribusi menaikkan rasio bauran EBT atau energi hijau khususnya di Provinsi Lampung," ujar Saleh.

Sedangkan, Presiden Direktur PT Uway Energi Perdana Asep Iwan Gunawan mengharapkan beroperasinya PLTM Besai Kemu dapat bermanfaat bagi masyarakat Lampung, terutama bagi masyarakat sekitar.

"Pertama, sebagai usaha penyediaan energi bersih, listrik yang dihasilkan PLTM Besai Kemu ini menjadi penguatan pasokan bagi subsistem kelistrikan di Lampung. Kedua, hadirnya PLTM Besai Kemu juga menyerap tenaga kerja baru dari masyarakat sekitar di Kecamatan Banjit," tandasnya. 

Penulis/Editor: Irania Zulia

Bagikan Artikel: