Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Setuju BUMN Diklaim Tak Harus Untung, Bos BRI: Itu Berbahaya

Tak Setuju BUMN Diklaim Tak Harus Untung, Bos BRI: Itu Berbahaya Kredit Foto: BRI.
WE BUMN, Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Sunarso menyampaikan pendapatnya perihal ada pernyataan bahwa BUMN tidak harus untung. 

Hal tersebut ditanggapi Sunarso dalam pernyataannya. Dalam pernyataannya, Sunarso berpendapat bahwa perusahaan BUMN harus menghasilkan keuntungan.

Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Peruri Kerja Maksimal dalam Wijudkan GovTech Indonesia

Bukan tanpa alasan, Sunarso menyebut bahwa hal itu karena fungsi BUMN, sesuai namanya sebagai badan usaha menjalankan usaha dan berfungsi sebagai agent of development. Dalam hal ini, Sunarso mengatakan harus ada key performance indicator (KPI) sebagai agent of development.

Sehingga, menurut Sunarso, tidak ada pihak yang "bermain-main" dalam kegiatan operasional suatu perusahaan BUMN.

"Maka statement-statement yang menyatakan bahwa BUMN tidak harus untung itu berbahaya. Dan itu sudah menunjukkan bahwa selama ini kita dalam bahaya itu. Karena BUMN dibilang tidak harus untung, itu bahaya. Kenapa, karena itu menimbulkan moral hazard," ungkap Sunarso dikutip WE BUMN, Kamis (18/1). 

Menurut Sunarso, dengan statement tersebut, para pekerja BUMN tidak akan mengejar keuntungan dan tidak menjalankan KPI yang jelas.

"Itu berbahaya," tegas Sunarso.

Kemudian, Sunarso melanjutkan bahwa bila merugi, mereka akan dengan mudah mengatakan perolehan itu sah dan legal. Lantas, ia kembali menegaskan bahwa sebuah badan usaha, sesuai dengan namanya, harus melakukan kegiatan usaha dan menghasilkan laba.

"Makanya kemudian kalau sudah rugi, minta modal ke negara baru orang ribut." ucapnya. 

"Soal alokasi laba tersebut kemudian digunakan negara untuk publik, itu merupakan proses politik, sambungnya.

Ia kemudian berbicara mengenai holding ultra mikro yang dapat menciptakan shared economic value. Sunarso memandang segmen mikro dan ultra mikro menjadi sumber pertumbuhan yang masih memiliki potensi yang besar bagi bank pelat merah itu.

Sunarso juga mengingatkan sepanjang tahun 2022, BRI telah menghasilkan laba bersih Rp51 triliun. Dari besaran tersebut, sebanyak Rp35 triliun diserahkan ke negara dan sebanyak Rp23 triliun dalam bentuk dividen. Ia mengatakan, negara pasti akan mengembalikan keuntungan tersebut kepada rakyat.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: