Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Soal Segmen Mikro dan Ultra Mikro, Bos BRI Blak-blakan Ungkap Hal Ini Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan yang Melimpah

Soal Segmen Mikro dan Ultra Mikro, Bos BRI Blak-blakan Ungkap Hal Ini Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan yang Melimpah Kredit Foto: Bank BRI
WE BUMN, Jakarta -

Bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengatakan holding ultra mikro dapat menciptakan shared economic value. Hal ini pun yang membuat Bos BRI blak-blakan menyebut ada hal yang bisa jadi sumber pertumbuhan. Terkait hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso, menyampaikan bahwa segmen mikro dan ultra mikro menjadi sumber pertumbuhan yang masih memiliki potensi yang besar.

Terlebih, menurutnya, segmen mikro dan ultra mikro juga tidak kaku dengan kriteria risiko seperti di segmen korporasi.

Baca Juga: Begini 'Curhatan' Erick Thohir yang Kecewa Besar Soal Praktik Korupsi di BUMN

"Maka saya katakan memasuki mikro dan ultra mikro potensinya besar, kita seperti memasuki blue ocean," ungkap Sunarso dikutip WE BUMN, Selasa (16/1).

Diketahui, ada berbeda dengan segmen korporasi yang mana menurutnya sumber pertumbuhannya sudah terbatas. Ia memberi contoh menargetkan penyaluran kredit korporasi Rp100 triliun dalam satu tahun, kemudian target tersebut meningkat tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan.

"Memangnya ada korporasi yang mampu menyerap kredit Rp300 triliun dalam tiga tahun?," ujar Sunarso yang menyebut bermain di segmen korporasi seperti "bermain di red ocean".

Kemudian ia juga menegaskan BRI harus masuk ke segmen mikro dan ultra mikro karena ada sumber pertumbuhan yang melimpah. Maka dari itu, tantangannya dari segmen ini adalah 'point of no return'.

"Tapi syaratnya apa? Tidak boleh nengok, tidak boleh mundur. Jangankan mundur, nengok aja nggak boleh. Jadi ini adalah point of no return, terus maju terus karena memang potensi di depan sana masih besar. Itulah kemudian proses underwritingnya yang mesti dijalankan dengan baik," jelas Sunarso.

Selain itu, menurutnya, tantangan dari segmen mikro dan ultra mikro adalah biaya dan risiko operasional yang tinggi. Maka dari itu, bos BRI itu mengatakan digitalisasi menjadi 'berkah' dalam meningkatkan kapasitas untuk memberikan layanan kepada masyarakat sebanyak mungkin namun tetap efisien.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: