Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Marak Terjadi Kejahatan pada Layanan Perbankan, BRI Hadirkan Layanan yang Bisa Diandalkan

Marak Terjadi Kejahatan pada Layanan Perbankan, BRI Hadirkan Layanan yang Bisa Diandalkan Kredit Foto: BRI.
WE BUMN, Jakarta -

Kini, marak terjadi kejahatan berbasis digital yang terjadi terkait layanan perbankan. Hal ini pun membuat masyarakat perlu waspada.

Terkait hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hadir bersama dengan layanan contact center perbankan yang masih sangat diandalkan, mengingat keberadaannya yang sangat penting bagi nasabah/konsumen.

Baca Juga: Erick Thohir Hadirkan Wajah Baru di Jajaran Komisaris Indonesia Financial Group

Para nasabah dalam menggunakan layanan tersebyt dapat menghubungi Contact BRI di 1500017 atau chat Sabrina via WhatsApp di 0812-12-14017.

Contact center tersebut pun tak hanya untuk informasi produk dan layanan BRI, tapi juga termasuk pengaduan. Dengan menghubungi layanan tersebut, nasabah dapat langsung berkomunikasi secara langsung dengan pihak bank.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi pun buka suara. Dalam keterangan resminya, ia mengimbau nasabah dapat menghubungi contact resmi BRI guna memastikan kebenaran informasi yang dirasa meragukan.

"Seperti diketahui, di balik sisi positif perkembangan era digital, terdapat risiko kejahatan berbasis digital yang dapat menyasar siapa saja," ujar Agustya Hendy dikutip WE BUMN, Rabu (10/1).

Lebih lanjut, BRI juga memiliki beberapa akun channel resmi dan media sosial resmi yang bisa digunakan untuk menghubungi Contact BRI. Semua media sosial resmi BRI telah verified (bercentang biru) antara lain :

• Instagram: @bankbri_id

• Facebook: BANK BRI

• TikTok: @bankbri_id

• X (sebelumnya twitter): @bankbri_id, @kontakBRI, @promo_BRI

• Youtube: BANK BRI

Di samping itu, Hendy pun senantiasa mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan BRI. Hal ini disebabkan karena masih maraknya modus social engineering (soceng) yang merupakan rekayasa sosial atau teknik manipulasi untuk mendapatkan akses informasi pribadi yang bersifat rahasia (data transaksi, seperti user, password dompet digital bahkan aplikasi mobile banking) oleh oknum tidak bertanggung jawab. Selanjutnya, fraudster akan melakukan transaksi perbankan milik nasabah.

Berbagai modus soceng dilancarkan oleh pelaku seperti undangan pernikahan, paket barang, dokumen/file, kuis, ataupun cara lainnya yang menarik perhatian.

Cara mengantisipasi yakni dengan selalu menjaga kerahasiaan data perbankan, serta tetap berhati-hati dalam menerima pesan yang ada, nasabah akan terhindar dari berbagai modus penipuan dengan modus soceng.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: