Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Turut Sukseskan Target Pemerintah Soal Transisi Energi, PLN Buat Gebrakan Ini

Turut Sukseskan Target Pemerintah Soal Transisi Energi, PLN Buat Gebrakan Ini Kredit Foto: PLN.
WE BUMN, Jakarta -

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membuat gebrakan baru terkait Hydrogen Refueling Station (HRS). Adapun PLN melakukan pengembangan stasiun pengisian hidrogen pertama di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan PLN seraya menunjukkan perannya dalam menyukseskan target pemerintah terkait transisi energi.

Baca Juga: Dirut Pertamina Masuk dalam Daftar 100 Wanita Berpengaruh di Dunia Versi Majalah Fortune 2023, Ternyata Ini Jadi Alasannya....

Diketahui, proses pengembangan tersebut yang dilakukan PLN menyusul diresmikannya 21 unit Green Hydrogen Plant yang tersebar di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo mengatakan, pihaknya mengurangi energi berbasis impor menjadi energi domestik.

PLN melakukan hal itu seraya dalam rangka transisi energi, strategi utama yang ingin dijalankan pemerintah.

"Memang untuk sektor transportasi ada dua opsi, pertama adalah penggunaan mobil listrik yang berbasis baterai (BEV) dan mobil listrik yang berbasis hidrogen (FCEV)," tutur Hartanto dikutip WE BUMN, Kamis (30/11).

Adapun strategi tersebut diterapkan melalui peralihan dari penggunaan energi fosil ke energi yang bersih dan ramah lingkungan, seperti listrik dan hidrogen hijau terutama pada sektor transportasi.

Lebih lanjut, Hartanto mengakui bahwa dalam upaya tersebut dibutuhkan strategi yang multilateral. Hal ini karena eksekusinya harus didasarkan pada teknikal dan commercial visibility yang tepat.

"Kita harus melakukan transisi energi, kita harus melakukan dekarbonisasi. Kementerian ESDM akan berkolaborasi bersama dengan PLN bagaimana menterjemahkan komitmen strategis ini berjalan efektif di lapangan," jelasnya.

Di samping itu, soal menyusul diresmikannya 21 unit Green Hydrogen Plant yang tersebar di Indonesia, Direktur Utama PLN Indonesia Power (PLN IP) Edwin Nugraha Putra memaparkan bahwa hal ini akan menambah kapasitas excess produksinya yang digunakan untuk HRS pertama di Indonesia.

Kemudian, Edwin menjelaskan, produk GHP nantinya disimpan di dalam tabung bertekanan 156 bar kemudian dikirimkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan menggunakan truk hidrogen sebagai pasokan utama pada HRS.

"Ke depan GHP yang ada ini akan kami kembangkan di pembangkit-pembangkit kami, khususnya yang sejenis, sehingga produksinya bisa semakin besar dan menambah hydrogen refueling station di sejumlah daerah," pungkasnya.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Bagikan Artikel: