Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dirut Pertamina Ungkap Upaya Perseroan Soal Pengendalian Penyaluran BBM dan LPG Subsidi Bisa Lebih Tepat Sasaran

Dirut Pertamina Ungkap Upaya Perseroan Soal Pengendalian Penyaluran BBM dan LPG Subsidi Bisa Lebih Tepat Sasaran Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono
WE BUMN, Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya terkait pengendalian penyaluran atas BBM dan LPG Subsidi, agar lebih tepat sasaran.

Adapun kata Nicke Widyawati seperti pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, menyebutkan bahwa perseoran telah melakukan berbagai upaya yakni salah satunya, bekerjasama dengan lintas instansi.

Dengan begitu, Pertamina pun berhasil membantu Pertamina dapat melakukan penghematan sebesar 1,3 Juta kilo liter (KL) untuk Solar Subsidi dan 1,7 Juta KL untuk Pertalite.

Baca Juga: Endus Kecurangan BBM Bersubsidi, Pertamina Beri Tindakan Tegas Ini pada 223 Ribu Kendaraan

Lebih lanjut, Nicke Widyawati juga membahas perihal potensi over kuota BBM dan LPG subsidi. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi pertumbuhan ekonomi positif nasional.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik ini, ada kemungkinan terjadinya over kuota yaitu untuk Solar dan LPG. Walaupun over kuota, serta ada peningkatan dari volume, tetapi dari sisi kebutuhan anggaran sangat aman," ungkap Nicke Widyawati dikutip WE BUMN, Selasa (28/11).

Kemudian, perihal jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Nicke memastikan kesiapan Pertamina dalam mengamankan pasokan BBM dan LPG.

“Kami pastikan bahwa rata-rata stok kita adalah antara 21 sampai 26 hari, untuk menjaga keamanan stok yang kami pastikan Natal dan Tahun Baru ini akan berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Dalam paparan terakhirnya, Nicke yang turut didampingi CEO Subholding Upstream, Wiko Migantoro, memaparkan kinerja dan strategi Perusahaan dalam meningkatkan produksi Migas.

Menurut Nicke, secara garis besar produksi migas Pertamina mengalami pertumbuhan rata-rata 8 persen. Hal ini dihasilkan dari upaya Pertamina yang melakukan pengeboran secara massif dan agresif, baik untuk sumur eksplorasi dan eksploitasi yang mencapai 820 sumur maupun pemeliharaan sumur (Workover) sebanyak 32.530 sumur.

Adapun saat ini, kata Nicke, secara keseluruhan Pertamina mengelola 30% blok migas nasional, namun kontribusi dalam produksi migas nasional mencapai 68%.

"Kami berterima kasih atas dukungan DPR, karena ini merupakan komitmen kita bersama untuk memberikan suplai yang cukup bagi masyarakat hingga akhir tahun yang tinggal satu setengah bulan lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Adapun seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Bagikan Artikel: