Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Puluhan SPBU Langgar Aturan, Pertamina Layangkan Ancaman Hentikan Pasokan BBM

Puluhan SPBU Langgar Aturan, Pertamina Layangkan Ancaman Hentikan Pasokan BBM Kredit Foto: Pertamina.
WE BUMN, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melayangkan ancaman terhadap 26 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Provinsi Jambi usai terciduk melanggar aturan sejak Januari hingga Oktober 2023. 

Hal tersebut seperti yang ditegaskan oleh Area Mana Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan. Dalam pernyataannya, Nikho sempat menjelaskan bahwa Pertamina senantiasa melakukan berbagai upaya demi pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran. Bahkan, pasokan BBM pun telah dipersiapkan cukup hingga akhir tahun 2023.

Baca Juga: Bos Vale Indonesia Buka Suara Usai 'Diancam' Erick Thohir agar Beri Harga Saham Divestasi Murah

"Pertamina terus melakukan upaya-upaya distribusi tepat sasaran sesuai dengan sektor pengguna di Peraturan Pemerintah Nomor 191 Tahun 2014 agar kuota yang telah disiapkan mencukupi hingga akhir tahun," tutur Nikho dikutip WE BUMN, Selasa (28/11).

Lebih lanjut, soal pelanggaran yang dilakukan sejumlah SPBU, Nikho menyebutkan bahwa Pertamina selalu memberikan pembinaan ketika menemui SPBU yang tidak sesuai dengan ketentuan operasional, pelayanan, dan complience dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Adapun pembinaan tersebut seperti mulai dari teguran, penghentian sementara pasokan BBM bersubsidi, hingga pemutusan hubungan usaha (PHU) jika diperlukan.

Pembinaan itu juga bertujuan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi sesuai aturan dan tepat sasaran, serta memastikan distribusi energi untuk masyarakat tetap aman dan tidak mengalami kendala.

Tercatat di tahun 2023 sampai bulan Oktober, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan pembinaan kepada 26 SPBU di Provinsi Jambi. 26 SPBU tersebut melakukan pelanggaran yang beragam yakni seperti pengisian BBM subsidi menggunakan jerigen dan pengisian berulang ke kendaraan dengan tangki modifikasi.

Disebutkan pula, sanksi yang diberikan termasuk surat peringatan hingga pemberhentian sementara penyaluran BBM bersubsidi. Sanksi ini didasarkan pada investigasi mandiri Pertamina dan laporan masyarakat terkait penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: