Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Beberkan Kinerja Operasional Anak Perusahaan, Bos Pertamina Singgung Soal Proyek Green Refinery di Kilang Cilacap

Beberkan Kinerja Operasional Anak Perusahaan, Bos Pertamina Singgung Soal Proyek Green Refinery di Kilang Cilacap Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
WE BUMN, Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati membeberkan kinerja operasional anak perusahaan. Hal yang dibeberkan Nicke Widaywati mulai dari kemajuan proyek pembangunan kilang, strategi dan capaian produksi minyak dan gas, penyaluran BBM dan LPG Subsidi hingga kesiapan Pertamina jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024.

Hal tersebut dibeberkan Nicke Widyawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI. Dalam pernyataannya, sebelum memaparkan soal anak perusahaannya, Nicke Widyawati menyampaikan bahwa sejalan dengan transisi energi, Pertamina telah melakukan penyesuaian dengan mengarahkan proyek revitalisasi kilang.

Baca Juga: Endus Kecurangan BBM Bersubsidi, Pertamina Beri Tindakan Tegas Ini pada 223 Ribu Kendaraan

Adapun Pertamina tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk kilang tetapi juga memproduksi produk green energy seperti petrokimia, gas dan turunannya.

"Kami menyesuaikan sejak dua tahun terakhir. Jadi kami prioritaskan adalah kita melakukan revitalisasi, meningkatkan kualitas kilang yang ada, karena kilang-kilang dibangun sudah cukup lama," beber Nicke Widyawati dikutip WE BUMN, Senin (27/11).

Lebih lanjut, bos Pertamina tersebut membahas perihal Refinery Development Master Plan (RDMP) Balongan yang sudah beroperasi sejak Juni 2022, sehingga kapasitas produksi nasional bertambah 25.000 barel per hari.

Nicke Widyawati menjelaskan, kini sedang berjalan RDMP Balikpapan dengan dua milestone yaitu menambah kapasitas kilang 100.000 barel per hari dan meningkatkan kualitas BBM dari standar Euro 2 menjadi Euro 5.

Selain itu, dalam kaitannya dengan transisi energi, Pertamina tengah mengembangkan proyek Green Refinery di Kilang Cilacap, Plaju dan Dumai. Ditambah dengan Pembangunan Petrochemical Complex di Balongan dan TPPI, serta Hilirisasi Gas di Bintuni dan Bojonegoro.

Nicke yang turut didampingi CEO Subholding Upstream, Wiko Migantoro, memaparkan kinerja dan strategi Perusahaan dalam meningkatkan produksi Migas.

Menurut Nicke, secara garis besar produksi migas Pertamina mengalami pertumbuhan rata-rata 8 persen. Hal ini dihasilkan dari upaya Pertamina yang melakukan pengeboran secara massif dan agresif, baik untuk sumur eksplorasi dan eksploitasi yang mencapai 820 sumur maupun pemeliharaan sumur (Workover) sebanyak 32.530 sumur.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: