Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

PLN Jalin Kerja Sama dengan KLHK Demi Peningkatan Penggunaan Energi Terbarukan

PLN Jalin Kerja Sama dengan KLHK Demi Peningkatan Penggunaan Energi Terbarukan Kredit Foto: PLN
WE BUMN, Jakarta -

PT PLN (Persero) menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) demi meningkatkan ketersediaan energi listrik nasional dan mendukung peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Adapun kerja sama tentang program dan kegiatan pada bidang lingkungan dan kelistrikan itu ditandai dengan PLN dan KLHK yang menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU).

Baca Juga: Setoran Dividen BUMN untuk Kas Negara Capai Rp74,1 T, Erick Thohir: Ibu Menteri Keuangan Happy

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN saat ini terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan demi mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.

Meski begitu, kata Darmawan, upaya tersebut dihadapkan dengan tantangan lokasi potensi EBT yang pada umumnya jauh dari lokasi pusat permintaan listrik sehingga, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi mismatch tersebut.

“PLN dan KLHK memiliki tujuan dan tugas yang sama, yaitu menyelamatkan lingkungan di muka bumi ini dan menuju NZE. Selama ini, kami sangat berterima kasih karena telah mendapat dukungan penuh dari Menteri KLHK Ibu Siti Nurbaya dan seluruh jajaran," ungkap Darmawan dikutip WE BUMN, Senin (27/11).

Untuk diketahui, PLN telah merancang accelerated renewable energy development (ARED) yang akan mengatasi tantangan lokasi potensi EBT yang pada umumnya jauh.

Melalui ARED, PLN akan mengembangkan green enabling transmission line dan smart grid yang menghubungkan listrik antarpulau di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali.Dengan demikian, listrik dari energi terbarukan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Melalui pembangunan tersebut, penambahan kapasitas pembangkit EBT bisa meningkat dari 22 gigawatt (GW) menjadi 61 GW pada 2040.

Di samping itu, Darmawan menyampaikan bahwa PLN begitu membutuhkan dukungan dari KLHK dalam pembangunan tranmisi.

"Pembangunan transmisi tersebut tentu membutuhkan dukungan KLHK karena akan melewati kawasan-kawasan hutan. Ini harus direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik agar seluruh pembangunannya bisa sesuai dengan regulasi," ujar Darmawan.

Adapun, ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi asistensi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di kawasan hutan, pertukaran data dan atau informasi serta kegiatan lain yang disepakati, termasuk pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

Sementara, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mengatakan KLHK juga mendukung PLN dalam mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia, khususnya untuk pemanfaatan energi terbarukan.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Bagikan Artikel: