Menu
News
Strategy
Leadership
Social Responsibility
In-depth
Video
Indeks
About Us
Social Media

Potensi Keuntungan Ekonomi Indonesia Usai Pertamina Kelola Blok Masela

Potensi Keuntungan Ekonomi Indonesia Usai Pertamina Kelola Blok Masela Kredit Foto: Pertamina
WE BUMN, Jakarta -

Langkah PT Pertamina mengambil alih 35% participating interest Blok Masela melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendapatkan banyak dukungan. Bagaimana tidak, pengelolaan Blok Masela oleh Pertamina dinilai akan memberikan potensi keuntungan bagi ekonomi Indonesia.

Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, juga telah menegaskan sejumlah efek positif yang akan didapatkan Indonesia melalui pengelolaan Blok Masela, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga pemenuhan kebutuhan energi nasional. Dengan demikian, Indonesia juga dapat mewujudkan kemandirian energi nasional.

"Prioritas utama kami adalah mengamankan suplai energi untuk Indonesia dan mewujudkan kemandirian energi nasional. Hal ini berarti kita harus memproduksi lebih banyak energi untuk permintaan domestik," tegas Nicke Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) ke-47, Selasa, 25 Juli 2023 lalu.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Gencarkan Strategi Unlock Value Demi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Lantas, bagaimana perjalanan Indonesia dalam mengambil alih Blok Masela dan bagaimana perhitungan keuntungan bagi ekonomi nasional? Simak dalam ulasan yang telah Warta Ekonomi rangkum berikut ini.

Profil Blok Masela

Blok Masela disebut-sebut sebagai harta karun Indonesia yang sudah ditemukan lebih dari 20 tahun lalu. Blok Masela pertama kali ditemukan pada tahun 2000 dan sejak itu Blok Masela dikenal sebagai lapangan minyak dan gas terbesar di Indonesia. 

Blok Masela terletak di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Lokasi Blok Masela berada di kawasan Laut Arafura, berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Disebut juga sebagai lapangan abadi, Blok Masela memiliki cadangan gas mencapai 10,73 triliun Cubic Feet (Tcf). Dengan jumlah sebesar itu, cadangan gas di Blok Masela diklaim tak akan habis hingga 70 ttahun ke depan.

Sebelum diambil alih oleh PHE dan Petronas, hak partisipasi Blok Masela dikuasai oleh Inpex dan Shell Corporation dengan porsi masing-masing sebesar 65% dan 35%. Hingga akhirnya, Shell memutuskan hengkang dari Blok Masela pada tahun 2020 yang kemudian diketahui hal itu karena Shell ingin fokus mengembangkan proyek renewable energy.

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: